Jumat, 10 April 2026

Pelaksanaan ORI Campak April 2026, UPT Puskesmas Tarogong Sasar Anak di Empat Desa Wilayah Kerja

 



Dalam upaya meningkatkan perlindungan anak terhadap penyakit campak, kegiatan campak Outbreak Response Immunization (ORI) dilaksanakan sepanjang bulan April 2026 oleh UPT Puskesmas Tarogong.

Program ini menyasar anak usia 9 bulan hingga 59 bulan yang berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Tarogong, meliputi Desa Jati, Cimanganten, Pasawahan, dan Tanjungkamuning. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah cepat dalam mencegah dan mengendalikan potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di masyarakat.

Pelaksanaan campak ORI dilakukan secara bertahap melalui berbagai titik pelayanan, seperti posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya, dengan melibatkan tenaga kesehatan serta kader setempat. Masyarakat terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, ditandai dengan kehadiran orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan imunisasi.

Selain memberikan imunisasi, petugas juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya vaksinasi sebagai upaya pencegahan penyakit menular, khususnya campak yang berisiko tinggi pada anak.

Suasana kegiatan berlangsung tertib dan kondusif, dengan pelayanan yang ramah serta pendekatan yang humanis agar anak-anak merasa nyaman selama proses imunisasi.

Dengan dilaksanakannya ORI campak di empat desa wilayah kerja ini, diharapkan cakupan imunisasi meningkat secara signifikan sehingga dapat memutus rantai penularan penyakit campak.

UPT Puskesmas Tarogong terus mengimbau masyarakat untuk mendukung program imunisasi dan memastikan anak-anak mendapatkan vaksinasi lengkap demi mewujudkan generasi yang sehat dan bebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Puskesmas Tarogong Terima Mahasiswa Profesi Ners Universitas Galuh Ciamis untuk Stase Keluarga dan Komunitas

 


Puskesmas Tarogong secara resmi menerima kehadiran mahasiswa Profesi Ners dari Universitas Galuh Ciamis dalam rangka pelaksanaan tahap pembunuhan keluarga dan komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 10 April 2026, bertempat di Puskesmas Tarogong.

Acara penerimaan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan Berbagai pihak Puskesmas Tarogong yang menyampaikan harapan agar para mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di masyarakat. Selain itu, pihak kampus juga menyampaikan tujuan pelaksanaan tahap sebagai bagian dari proses pembelajaran klinik mahasiswa pembunuhan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis siswa kepada pihak puskesmas, sebagai tanda dimulainya praktik lapangan. Para mahasiswa kemudian mengikuti sesi orientasi, diskusi, serta pengenalan lingkungan kerja di Puskesmas Tarogong.

Melalui stase keluarga dan komunitas ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam memberikan perlindungan secara holistik, khususnya di tingkat keluarga dan masyarakat. Selain itu, kehadiran mahasiswa juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tarogong.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Rabu, 08 April 2026

Perbaikan Sistem Listrik Puskesmas Tarogong: Peralihan Meter Listrik PLN ke Pascabayar Demi Tingkatkan Pelayanan

 



Garut – Menanggapi keluhan pelanggan yang sempat viral terkait terhentinya pelayanan akibat listrik padam karena token habis, pihak Puskesmas Tarogong segera melakukan langkah perbaikan sistem kelistrikan.

Perbaikan dilakukan melalui perpindahan meter listrik dari sistem token (prabayar) ke sistem pascabayar. Proses ini mencakup beberapa unit layanan penting seperti Rawat Jalan (RAJAL), UGD, sebagian Farmasi, dan sebagian Laboratorium. Namun, hingga saat ini beberapa unit masih dalam tahap verifikasi sistem.

Selama proses tersebut, pihak puskesmas menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pelayanan, khususnya pada siang hari mulai pukul 14.30 WIB yang sempat mengalami pemadaman sementara. Hal ini disebabkan proses verifikasi yang belum sepenuhnya selesai, terutama pada jaringan dengan kapasitas KWh terbesar.

Adapun unit layanan yang terdampak selama proses berlangsung meliputi Rawat Jalan, Rawat Inap Aster, UGD, sebagian Laboratorium, serta sebagian Farmasi.

Kegiatan perbaikan dan pergantian jaringan listrik ini dilaksanakan pada sore hari selama dua hari, yaitu pada tanggal 7 hingga 8 April 2026. Setelah melalui proses tersebut, sistem kelistrikan kini telah selesai diperbaiki dan diharapkan mampu mendukung pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan tanpa gangguan di masa mendatang.

Pihak puskesmas juga mengapresiasi kesabaran masyarakat serta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan demi kenyamanan dan keselamatan pasien.

Minggu, 05 April 2026

Jadwal Pelayanan UPT Puskesmas Tarogong

 


Tarogong – UPT Puskesmas Tarogong terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik dengan jadwal pelayanan masyarakat yang telah ditetapkan secara rutin. Informasi jadwal ini diketahui penting masyarakat agar dapat mengakses layanan kesehatan dengan waktu yang tepat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, pelayanan rawat jalan di UPT Puskesmas Tarogong dibuka mulai hari Senin hingga Kamis pukul 07.30 hingga 14.00 WIB. Sementara itu, pada hari Jumat pelayanan berlangsung dari pukul 07.30 hingga 14.30 WIB, dan pada hari Sabtu dibuka mulai pukul 07.30 hingga 12.30 WIB.

Selain rawat jalan, UPT Puskesmas Tarogong juga menyediakan layanan gawat darurat, rawat inap, serta pelayanan pengiriman yang beroperasi selama 24 jam penuh. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menangani kebutuhan masyarakat kapan pun diperlukan.

Dengan adanya jadwal pelayanan yang jelas serta dukungan layanan 24 jam, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses pelayanan secara optimal. Pihak puskesmas juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan memanfaatkan layanan yang tersedia sesuai kebutuhan.

Informasi ini sekaligus menjadi bentuk transparansi pelayanan publik guna meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan tingkat pertama.