Kamis, 02 Maret 2023

SP4N LAPOR! , Untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik

 

Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) - Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) adalah layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat yang terintegrasi secara Nasional dengan laman akses website www.lapor.go.id

LAPOR! telah ditetapkan sebagai Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 3 Tahun 2015.

SP4N - LAPOR! dibentuk untuk merealisasikan kebijakan “no wrong door policy” yang menjamin hak masyarakat agar pengaduan dari manapun dan jenis apapun akan disalurkan kepada penyelenggara pelayanan publik yang berwenang menanganinya.

Adapun tujuan SP4N adalah agar :

  • Penyelenggara dapat mengelola pengaduan dari masyarakat secara sederhana, cepat, tepat, tuntas, dan terkoordinasi dengan baik;
  • Penyelenggara memberikan akses untuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan pengaduan; dan
  • Meningkatkan kualitas pelayanan publik.


 

 

Rabu, 01 Maret 2023

INOVASI IRINA ( Ibu beRcerita gIzi aNaknya )

 

A. LATAR BELAKANG

Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilaksanakan oleh Kementrian Kesehatan pada tahun 2021 menunjukkan angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4 % terjadi penurunan hingga 6,4 % dari angka 30,8 % pada tahun 2018. Prevalensi stunting di Jawa Barat terdapat 24,5 % sedangkan prevalensi stunting di Kabupaten Garut 35,2%

Berdasarkan hasil bulan pencarian stunting bulan juni 2022 didapatkan prevalensi balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Tarogong sebesar 21,9%. Masalah stunting di Puskesmas Tarogong dianggap kronis karena prevalensinya lebih dari 20 %. 

Faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting di wilayah Puskesmas Tarogong ini antara lain faktor ekonomi sebesar 60,4 %,  pola asuh 59,0 %, pendidikan 53,5 %, dan penyakit penyerta 7,4 %. Faktor ekonomi merupakan penyebab tertinggi tetapi untuk penanganannya melibatkan banyak lintas sektor sedangkan pola asuh merupakan faktor tertinggi kedua yang lebih memungkinkan untuk dilakukan intervensi. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan untuk merubah pola asuh yaitu dengan kegiatan edukasi,konsultasi dan bercerita dari ibu yang memiliki balita stunting. Kegiatan ini diharapkan akan menurunkan penyebab stunting dan prevalensi stunting itu sendiri. Kegiatan ini dikemas sebagai inovasi upaya Pelayanan Kesehatan untuk masyarakat miskin dan stunting di wilayah UPT Puskesmas Tarogong dengan nama “ IRINA” ( Ibu beRcerita gIzi aNaknya )


B. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS

1. Tujuan Umum :

Menurunnya Prevalensi Stunting di Puskesmas Tarogong

2. Tujuan Khusus

a. Terlaksananya edukasi pada ibu balita stunting

b. Terlaksananya konsultasi / konseling pada ibu balita stunting

c. Ibu balita stunting dapat bercerita/menjelaskan tentang perubahan pola asuh kepada anaknya

d. Penurunan persentase pola asuh penyebab stunting 


C. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

1. Kegiatan Pokok

Kegiatan yang dilaksanakan dalam program IRINA ini adalah mengupayakan agar ibu bayi atau balta stunting dapat menjelaskan bagaimana pola asuh mereka kepada anaknya terutama dalam hal pemberian asupan gizi dengan nutrisi seimbang.

2. Rincian Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan IRINA ini berupa :

a. Konseling atau konsultasi secara personal antara ibu balita dengan dokter atau petugas kesahatan di ruang konseling Puskesmas.

b. Konseling atau konsultasi secara personal antara ibu balita dengan dokter atau petugas Kesehatan di posyandu

c. Ibu balita bercerita dalam diskusi pada saat kelas ibu balita.