Selasa, 27 Juni 2023

Tetap Memberikan Pelayanan Kesehatan di Hari Raya Idul Adha 1444H

 

Dalam rangka memperingati hari raya Idul Adha 1444H, pemerintah telah menetapkan hari cuti bersama yaitu tanggal 28 sd 30 Juni 2023. Demi melaksanakan pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan maka kami tetap membuka pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan. UPT Puskesmas Tarogong telah mengatur petugas agar dapat melayani masyarakat selama cuti bersama berlangsung. 



Senin, 05 Juni 2023

DATA BALITA STUNTING UPT PUSKESMAS TAROGONG JANUARI SD MEI 2023

 


 

 

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembnagan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar (Perpras no 72 tahun2021).

 5 pilar pencegahan stunting di Indonesia yaitu :

1.      Komitmen dan visi kepemimpinan

2.      Kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku

3.      Konvergensi, koordinasi dan konsolidasi program pusat, daerah, dan desa

4.      Gizi dan ketahanan pangan

5.      Pemantauan dan evaluasi 

 Secara garis besar bentuk penangan stunting adalah :

1.      Menjaga pola makan anak yang bergizi, seimbang dan beragam sesuai usia anak

2.      Meng edukasi semua pihak yang terlibat dalam hal pola asuh anak yang dimulai dari sejak hamil hingga bayi lahir

3.      Memperhatikan kualitas sanitasi akses air bersih serta akses pelayan kesehatan

 Penanganan stunting   yang dilaksanakn di Kabupaten Garut dapat kita kenal dengan PMT TOSS ( Pemberian Makanan Tambahan Temukan, Obati, Sayangi, Balita Stunting) yang merupakan inovasi Pemerintah Daerah Kabupaten Garut dalam rangka menurunkan angka stunting, di mana sebelumnya, Pemda Kabupaten Garut telah melakukan Bulan Penimbangan balita Stunting.

Berdasarkan grafik di atas dapat kita ketahui bersama balita 0-59 bulan di wilayah kerja UPT Puskesmas Tarogong dengan stunting adalah sebagai berikut   pada bulan Januari 2023 terdapat 2154 balita ditimbang dan ditemukan 257 kasus balita stunting, terdapat kenaikan angka  balita ditimbang pada bulan Februari 2023 sebanyak 2388 balita dan ditemukan balita stunting sebanyak 234 kasus dan pada bulan ini angka stunting balita menurun dari bulan sebelumnya, pada Bulan Maet 2023 balita ditimbang sebanyak 1953 balita dengan ditemukan balita stunting sebanyak 175 kasus dan kembali pada bulan ini kasus stuning menurun, pada Bulan April 2023 balita di timbang sebanyak 2510 balita dan balita stunting sebanyak 181 kasus dan terjadi kenaikan angka balita stunting pada bulan ini, pada Bulan Mei 2023 ditemukan balita sebanyak 1813 balita dengan temuan balita stunting sebanyak 205 kasus dan kembali naik angka stunting pada Bulan Mei 2023 sebanyak 205 kasus dengan balita ditimbang sebanyak 1813 balita..

Naik turunnya balita ditimbang dan angka stunting tersebut di atas dipengaruhi oleh balita yang ditimbang,  banyak balita yang ditimbang maka angka stunting akan semakin akurat, beberapa balita stunting tidak melakukan penimbangan secara rutin. disamping itu asupan makanan, pola asuh, mempengaruhi keberhasilan anak keluar dari jerat stunting.

Keberhasilan penurunan angka stunting tidak hanya di titik beratkan kepala pelayanan kesehatan saja tetapi ini mejadi tanggung jawab semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat oleh karena itu peningkatan peran serta masyarakat , peningkatan kesadaran keluarga mempunyai tempat paling penting dalam program penurunan angka stunting.