Jumat, 10 April 2026

Pelaksanaan ORI Campak April 2026, UPT Puskesmas Tarogong Sasar Anak di Empat Desa Wilayah Kerja

 



Dalam upaya meningkatkan perlindungan anak terhadap penyakit campak, kegiatan campak Outbreak Response Immunization (ORI) dilaksanakan sepanjang bulan April 2026 oleh UPT Puskesmas Tarogong.

Program ini menyasar anak usia 9 bulan hingga 59 bulan yang berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Tarogong, meliputi Desa Jati, Cimanganten, Pasawahan, dan Tanjungkamuning. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah cepat dalam mencegah dan mengendalikan potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di masyarakat.

Pelaksanaan campak ORI dilakukan secara bertahap melalui berbagai titik pelayanan, seperti posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya, dengan melibatkan tenaga kesehatan serta kader setempat. Masyarakat terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, ditandai dengan kehadiran orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan imunisasi.

Selain memberikan imunisasi, petugas juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya vaksinasi sebagai upaya pencegahan penyakit menular, khususnya campak yang berisiko tinggi pada anak.

Suasana kegiatan berlangsung tertib dan kondusif, dengan pelayanan yang ramah serta pendekatan yang humanis agar anak-anak merasa nyaman selama proses imunisasi.

Dengan dilaksanakannya ORI campak di empat desa wilayah kerja ini, diharapkan cakupan imunisasi meningkat secara signifikan sehingga dapat memutus rantai penularan penyakit campak.

UPT Puskesmas Tarogong terus mengimbau masyarakat untuk mendukung program imunisasi dan memastikan anak-anak mendapatkan vaksinasi lengkap demi mewujudkan generasi yang sehat dan bebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Puskesmas Tarogong Terima Mahasiswa Profesi Ners Universitas Galuh Ciamis untuk Stase Keluarga dan Komunitas

 


Puskesmas Tarogong secara resmi menerima kehadiran mahasiswa Profesi Ners dari Universitas Galuh Ciamis dalam rangka pelaksanaan tahap pembunuhan keluarga dan komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 10 April 2026, bertempat di Puskesmas Tarogong.

Acara penerimaan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan Berbagai pihak Puskesmas Tarogong yang menyampaikan harapan agar para mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di masyarakat. Selain itu, pihak kampus juga menyampaikan tujuan pelaksanaan tahap sebagai bagian dari proses pembelajaran klinik mahasiswa pembunuhan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis siswa kepada pihak puskesmas, sebagai tanda dimulainya praktik lapangan. Para mahasiswa kemudian mengikuti sesi orientasi, diskusi, serta pengenalan lingkungan kerja di Puskesmas Tarogong.

Melalui stase keluarga dan komunitas ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam memberikan perlindungan secara holistik, khususnya di tingkat keluarga dan masyarakat. Selain itu, kehadiran mahasiswa juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tarogong.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Rabu, 08 April 2026

Perbaikan Sistem Listrik Puskesmas Tarogong: Peralihan Meter Listrik PLN ke Pascabayar Demi Tingkatkan Pelayanan

 



Garut – Menanggapi keluhan pelanggan yang sempat viral terkait terhentinya pelayanan akibat listrik padam karena token habis, pihak Puskesmas Tarogong segera melakukan langkah perbaikan sistem kelistrikan.

Perbaikan dilakukan melalui perpindahan meter listrik dari sistem token (prabayar) ke sistem pascabayar. Proses ini mencakup beberapa unit layanan penting seperti Rawat Jalan (RAJAL), UGD, sebagian Farmasi, dan sebagian Laboratorium. Namun, hingga saat ini beberapa unit masih dalam tahap verifikasi sistem.

Selama proses tersebut, pihak puskesmas menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pelayanan, khususnya pada siang hari mulai pukul 14.30 WIB yang sempat mengalami pemadaman sementara. Hal ini disebabkan proses verifikasi yang belum sepenuhnya selesai, terutama pada jaringan dengan kapasitas KWh terbesar.

Adapun unit layanan yang terdampak selama proses berlangsung meliputi Rawat Jalan, Rawat Inap Aster, UGD, sebagian Laboratorium, serta sebagian Farmasi.

Kegiatan perbaikan dan pergantian jaringan listrik ini dilaksanakan pada sore hari selama dua hari, yaitu pada tanggal 7 hingga 8 April 2026. Setelah melalui proses tersebut, sistem kelistrikan kini telah selesai diperbaiki dan diharapkan mampu mendukung pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan tanpa gangguan di masa mendatang.

Pihak puskesmas juga mengapresiasi kesabaran masyarakat serta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan demi kenyamanan dan keselamatan pasien.

Minggu, 05 April 2026

Jadwal Pelayanan UPT Puskesmas Tarogong

 


Tarogong – UPT Puskesmas Tarogong terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik dengan jadwal pelayanan masyarakat yang telah ditetapkan secara rutin. Informasi jadwal ini diketahui penting masyarakat agar dapat mengakses layanan kesehatan dengan waktu yang tepat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, pelayanan rawat jalan di UPT Puskesmas Tarogong dibuka mulai hari Senin hingga Kamis pukul 07.30 hingga 14.00 WIB. Sementara itu, pada hari Jumat pelayanan berlangsung dari pukul 07.30 hingga 14.30 WIB, dan pada hari Sabtu dibuka mulai pukul 07.30 hingga 12.30 WIB.

Selain rawat jalan, UPT Puskesmas Tarogong juga menyediakan layanan gawat darurat, rawat inap, serta pelayanan pengiriman yang beroperasi selama 24 jam penuh. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menangani kebutuhan masyarakat kapan pun diperlukan.

Dengan adanya jadwal pelayanan yang jelas serta dukungan layanan 24 jam, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses pelayanan secara optimal. Pihak puskesmas juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan memanfaatkan layanan yang tersedia sesuai kebutuhan.

Informasi ini sekaligus menjadi bentuk transparansi pelayanan publik guna meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Senin, 30 Maret 2026

Pemeriksaan Air IPAL oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi di UPT Puskesmas Tarogong

 


UPT Puskesmas Tarogong menerima tim kunjungan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dalam rangka pelaksanaan pemeriksaan kualitas udara Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada Senin, 30 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pengawasan dan pengendalian pengelolaan terhadap limbah cair di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemeriksaan dilakukan secara langsung di area IPAL UPT Puskesmas Tarogong dengan melakukan pengambilan sampel air limbah pada beberapa titik pengolahan. Selanjutnya tim melakukan pengukuran parameter kualitas udara menggunakan peralatan khusus serta melakukan pencatatan hasil pemeriksaan sebagai bahan evaluasi dan pelaporan.

Selain pengambilan sampel, petugas juga meninjau kondisi sarana dan sistem pengolahan IPAL untuk memastikan bahwa proses pengolahan limbah telah berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan serta memastikan bahwa limbah yang dihasilkan dari pelayanan kesehatan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

UPT Puskesmas Tarogong menyambut baik kegiatan pemeriksaan ini sebagai bentuk pelatihan dan pengawasan dari instansi terkait, sekaligus sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di fasilitas kesehatan.

Manfaat Pelaksanaan Kegiatan:

  1. Pembiayaan limbah cair di fasilitas kesehatan berjalan sesuai dengan standar lingkungan.
  2. Mencegah potensi pencemaran lingkungan di sekitar wilayah pelayanan kesehatan.
  3. Meningkatkan kualitas pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
  4. Menjadi bahan evaluasi dan perbaikan dalam pengelolaan limbah kesehatan di puskesmas.
  5. Mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Sabtu, 14 Maret 2026

Sosialisasi Spill Kit kepada Security dan Cleaning Service (Garda 29) oleh Petugas PPI UPT Puskesmas Tarogong

 


UPT Puskesmas Tarogong menyelenggarakan kegiatan sosialisasi penggunaan spill kit kepada petugas security dan cleaning service dari pihak ketiga, yaitu Garda 29. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menangani tumpahan bahan berbahaya, khususnya yang berpotensi menimbulkan risiko infeksi di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.

Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Koordinator PPI UPT Puskesmas Tarogong, Cepi Kunnaefi Sutman, A.Md.Kep, yang memberikan pemaparan materi secara sistematis dan disertai praktik langsung agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Adapun urutan kegiatan dalam sosialisasi ini meliputi:

  1. Pembukaan, berupa sambutan dan penjelasan tujuan kegiatan.
  2. Penyampaian Materi Spill Kit, meliputi pengertian spill kit, jenis-jenis tumpahan (darah, cairan tubuh, bahan kimia), serta risiko yang dapat ditimbulkan.
  3. Pengenalan Alat dan Bahan Spill Kit, termasuk fungsi masing-masing komponen dalam kit.
  4. Demonstrasi Penggunaan Spill Kit, yang mencakup langkah-langkah penanganan tumpahan secara aman dan sesuai prosedur.
  5. Praktik Langsung oleh Peserta, guna memastikan pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan spill kit.
  6. Diskusi dan Tanya Jawab, sebagai sarana klarifikasi dan pendalaman materi.
  7. Penutup, berupa evaluasi dan penegasan pentingnya penerapan di lapangan.

Dalam penyampaiannya, narasumber menekankan bahwa keberadaan dan penggunaan spill kit merupakan bagian penting dari upaya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), terutama dalam menangani kejadian tumpahan yang berisiko menularkan penyakit.


Manfaat dari kegiatan sosialisasi ini antara lain:

  • Meningkatkan pengetahuan petugas tentang fungsi dan pentingnya spill kit.
  • Meningkatkan keterampilan dalam menangani tumpahan bahan infeksius secara cepat dan tepat.
  • Mengurangi risiko penularan infeksi di lingkungan puskesmas.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi petugas, pasien, dan pengunjung.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh petugas security dan cleaning service Garda 29 dapat menerapkan prosedur penggunaan spill kit secara benar, sehingga mendukung terciptanya lingkungan UPT Puskesmas Tarogong yang bersih, aman, dan sesuai standar keselamatan kerja.


Undangan :



Materi spill kit :

Unduh materi 

Jumat, 13 Maret 2026

Posko Kesehatan Hari Raya Idul Fitri 2026 (1447 H) UPT Puskesmas Tarogong Siaga 24 Jam di Simpang 4 Jl. KH. Anwar Musadad

 


Dalam rangka mendukung kelancaran pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta menyambut arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026 (1447 H), UPT Puskesmas Tarogong menyelenggarakan Kegiatan Posko Kesehatan Hari Raya Idul Fitri 2026. Posko kesehatan ini berlokasi di Simpang 4 Jl. KH. Anwar Musadad dan mulai beroperasi sejak 13 Maret sampai dengan 29 Maret 2026.

Posko kesehatan tersebut beroperasi selama 24 jam penuh untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik maupun warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan, pertolongan pertama, serta penanganan awal kondisi darurat di sekitar lokasi posko.

Selain pelayanan di posko kesehatan, UPT Puskesmas Tarogong juga tetap membuka pelayanan kesehatan di dalam gedung selama 24 jam, meliputi:

  • UGD (Unit Gawat Darurat)
  • Rawat Inap
  • PONED
  • Apotek
  • Pendaftaran
  • Ambulance

Pelayanan ini disiapkan agar masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan secara cepat dan optimal selama masa siaga Hari Raya.

Pelaksanaan Posko Kesehatan Hari Raya Idul Fitri 2026 (1447 H) ini juga dilakukan melalui kolaborasi dengan lintas sektor, yang bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran operasional posko selama masa siaga berlangsung. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun para pemudik yang melintas di wilayah Tarogong.

Dengan adanya posko kesehatan ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih terbantu dan terlindungi selama perjalanan maupun aktivitas menjelang hari raya. 🙏

Semoga seluruh petugas yang bertugas diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan dalam menjalankan tugas mulia ini. Dan semoga para pemudik yang melakukan perjalanan diberikan kelancaran, keselamatan, serta sampai di tujuan dengan sehat dan berkumpul bersama keluarga tercinta. Aamiin. 🚑✨

Kamis, 05 Maret 2026

Pemeriksaan PROLANIS UPT Puskesmas Tarogong Gandeng Klinik Jantung Hasna Medika dan Lab KESDA

 


Tarogong, 05 Maret 2026 – UPT Puskesmas Tarogong kembali melaksanakan kegiatan Pemeriksaan PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) yang bertempat di UPT Puskesmas Tarogong, Kamis (05/03/2026). Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan Klinik Jantung Hasna Medika dan Laboratorium Kesehatan Daerah (KESDA).

Kegiatan PROLANIS ini diikuti oleh para peserta program yang mayoritas merupakan penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus. Sejak pagi hari, peserta tampak antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan yang telah disiapkan oleh tim kesehatan.

Rangkaian kegiatannya meliputi proses registrasi, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium, konsultasi medis, hingga pemeriksaan pemeriksaan seperti rekam jantung (EKG). Petugas kesehatan memberikan pelayanan secara menyeluruh guna memastikan kondisi kesehatan peserta terpantau dengan baik dan dipantau secara berkala.

Kepala UPT Puskesmas Tarogong menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit kronis melalui pemantauan rutin dan penanganan yang tepat. Kerja sama dengan Klinik Jantung Hasna Medika dan Lab KESDA diharapkan mampu memperkuat layanan, khususnya dalam deteksi dini komplikasi penyakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya.

Selain pemeriksaan, peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan terkait pola hidup sehat, kepatuhan minum obat, serta pentingnya kontrol rutin. Edukasi ini menjadi bagian penting dalam PROLANIS agar peserta lebih mandiri dalam mengelola kondisi kesehatannya.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, UPT Puskesmas Tarogong berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, profesional, dan berkesinambungan bagi masyarakat, khususnya bagi peserta PROLANIS. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin guna mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

Rabu, 04 Maret 2026

Posyandu Paripurna dan Cek Kesehatan Gratis di RW 14 Desa Pasawahan

 


Garut, 4 Maret 2026 – UPT Puskesmas Tarogong kembali melaksanakan kegiatan Posyandu Paripurna yang dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret 2026, bertempat di RW 14 Desa Pasawahan.

Kegiatan Posyandu Paripurna ini merupakan bentuk komitmen pelayanan kesehatan promotif dan preventif kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, petugas kesehatan memberikan berbagai layanan, di antaranya pemeriksaan kesehatan umum, skrining kondisi kesehatan, serta edukasi terkait pola hidup bersih dan sehat.

Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran warga yang memanfaatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara petugas kesehatan dengan masyarakat setempat, sehingga terjalin komunikasi yang baik dalam upaya peningkatan derajat kesehatan lingkungan.

Petugas kesehatan dengan sigap melayani setiap warga yang hadir, mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan, hingga pemberian edukasi dan tindak lanjut apabila ditemukan faktor risiko kesehatan tertentu. Pendekatan humanis dan ramah menjadi prioritas dalam memberikan pelayanan.

Melalui kegiatan Posyandu Paripurna ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin serta mampu menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. UPT Puskesmas Tarogong akan terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, merata, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selasa, 03 Maret 2026

Monitoring Lingkungan Pencegahan DBD di Kampung Genteng, UPT Puskesmas Tarogong Perkuat Upaya PSN

 


Garut, 3 Maret 2026 – Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), UPT Puskesmas Tarogong melaksanakan kegiatan monitoring lingkungan di Kampung Genteng, Desa Jati, pada Selasa (03/03/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian DBD melalui pemantauan langsung kondisi lingkungan organisasi warga.

Pemantauan dilakukan dengan mengalirkan area perkampungan, saluran udara, serta titik-titik yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Petugas melakukan observasi terhadap kebersihan selokan, penampungan udara, serta kondisi lingkungan sekitar rumah warga.

Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung udara, serta langkah-langkah pencegahan tambahan lainnya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih dan bebas dari penampungan udara merupakan kunci utama dalam menekan angka kejadian DBD, terutama saat musim penghujan yang meningkatkan risiko perkembangbiakan nyamuk.

Kepala UPT Puskesmas Tarogong menyampaikan bahwa pemantauan ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif. “Pencegahan DBD bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, namun juga membutuhkan peran masyarakat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat semakin meningkat sehingga potensi penyebaran DBD dapat diminimalkan. UPT Puskesmas Tarogong berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam upaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas DBD.

Senin, 02 Maret 2026

Kunjungan Rumah dan Pemantauan Minum Obat ODGJ oleh UPT Puskesmas Tarogong

 


Tarogong Kaler, 02 Maret 2026 – UPT Puskesmas Tarogong kembali melaksanakan kegiatan kunjungan rumah dalam rangka pelacakan dan pemantauan minum obat bagi pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Kunjungan rumah ini merupakan bagian dari upaya pelayanan kesehatan jiwa yang berkesinambungan, guna memastikan pasien rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memantau perkembangan kondisi pasien secara langsung di lingkungan tempat tinggalnya.

Petugas kesehatan dari UPT Puskesmas Tarogong melakukan wawancara, observasi kondisi pasien, serta memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya kepatuhan minum obat dan dukungan lingkungan yang mendukung proses pemulihan. Keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kondisi kesehatan jiwa pasien.

Melalui pendekatan persuasif dan humanis, petugas memberikan motivasi kepada pasien agar tetap semangat menjalani pengobatan. Pemantauan rutin ini diharapkan dapat mencegah kekambuhan, mengurangi risiko komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen UPT Puskesmas Tarogong dalam memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, tidak hanya di dalam gedung pelayanan, tetapi juga langsung menjangkau masyarakat melalui pelayanan luar gedung.

Dengan adanya kunjungan rumah secara berkala, diharapkan pasien ODGJ di wilayah kerja Puskesmas Tarogong dapat memperoleh pendampingan yang optimal dan berkelanjutan demi tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Kamis, 26 Februari 2026

Verifikasi RPD BOK Salur 1 Digelar di Aula Dinas Kesehatan, UPT Puskesmas Tarogong Ikuti Kegiatan

 


Garut – Kegiatan Verifikasi Rencana Penarikan Dana (RPD) Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Salur 1 dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan seluruh Puskesmas se-Kabupaten Garut, termasuk tiga orang perwakilan dari UPT Puskesmas Tarogong.

Verifikasi RPD BOK Salur 1 merupakan tahapan penting dalam proses pencairan dana Bantuan Operasional Kesehatan yang bersumber dari pemerintah pusat. Melalui kegiatan ini, setiap puskesmas memaparkan serta mengonfirmasi dokumen perencanaan penggunaan dana yang telah disusun agar sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Tiga perwakilan dari UPT Puskesmas Tarogong mengikuti proses verifikasi dengan membawa dokumen RPD yang telah dirancang berdasarkan kebutuhan program dan pelayanan kegiatan kesehatan di wilayah kerja. Selain UPT Puskesmas Tarogong, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari berbagai puskesmas lainnya di Kabupaten Garut.

Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan dilaksanakannya Verifikasi RPD BOK Salur 1 ini antara lain:

  1. menyetujui kesesuaian dan kesesuaian dokumen RPD dengan juknis BOK yang berlaku.
  2. Menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam perencanaan penggunaan dana.
  3. Menghindari kesalahan administrasi yang dapat menghambat proses pencairan dana.
  4. Menyelaraskan rencana kegiatan puskesmas dengan prioritas program kesehatan daerah dan nasional.

Manfaat Kegiatan

Kegiatan verifikasi ini memberikan sejumlah manfaat, antara lain:

  1. Mempercepat proses pencairan dana BOK Salur 1.
  2. Meningkatkan kualitas perencanaan program kesehatan di puskesmas.
  3. Meminimalisir potensi temuan administrasi di kemudian hari.
  4. Membantu kelancaran terlaksananya kegiatan promotif dan preventif di masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh puskesmas di Kabupaten Garut dapat mengoptimalkan pemanfaatan dana BOK secara efektif, efisien, dan tepat sasaran, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Alat PONED di UPT Puskesmas Tarogong

 


Garut, 26 Februari 2026 – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) alat-alat Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di UPT Puskesmas Tarogong pada Kamis (26/02/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta peralatan medis penunjang pelayanan kegawatdaruratan ibu dan bayi agar tetap berfungsi optimal dan sesuai standar pelayanan kesehatan yang berlaku. Pemantauan dilakukan secara langsung di ruang PONED dengan melakukan pengecekan kondisi fisik alat, kelengkapan peralatan, fungsi operasional, serta sistem pendukung lainnya.

Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut juga melakukan diskusi dan evaluasi bersama jajaran manajemen serta tenaga kesehatan UPT Puskesmas Tarogong guna mengidentifikasi potensi kendala teknis maupun administratif. Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya pelatihan dan pengawasan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar, khususnya dalam penanganan kasus obstetri dan darurat neonatal.

Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menyampaikan bahwa pemantauan rutin sangat penting untuk menjamin keselamatan pasien dan meningkatkan tanggung jawab pelayanan. Kesediaan alat dan kompetensi tim menjadi faktor kunci dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pelayanan PONED di UPT Puskesmas Tarogong semakin optimal, profesional, dan mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, serta aman bagi masyarakat. Pemantauan dan evaluasi secara berkala akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut.

Rabu, 25 Februari 2026

Waspada DBD! UPT Puskesmas Tarogong Ajak Masyarakat Terapkan 3M Plus dan PSN

 


Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), UPT Puskesmas Tarogong melalui program Puskesmas Tarogong mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan 3M Plus dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus demam berdarah dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Kenali Gejala DBD Sejak Dini

Masyarakat diimbau untuk mengenali gejala DBD, di antaranya:

Demam tinggi mendadak selama 2–7 hari

Nyeri kepala dan nyeri otot

Mual atau muntah

Muncul bintik merah pada kulit

Badan terasa lemas

Apabila mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta segera melapor dan melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Cegah DBD dengan 3M Plus

Sebagai langkah pencegahan, Puskesmas Siap Tarogong mengajak masyarakat menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu:

Menguras tempat penampungan udara secara rutin

Menutup rapat tempat penyimpanan udara

Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung udara

Sementara itu, langkah “Plus” dalam PSN meliputi:

Menggunakan larvasida pada tempat penampungan udara

Memelihara ikan pemakan jentik

Tidak menggantung pakaian terlalu lama

Menggunakan lotion anti nyamuk

Membersihkan lingkungan secara rutin

Pentingnya Pemeriksaan Lebih Awal

Puskesmas Tarogong menegaskan bahwa pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi. Dengan deteksi cepat dan penanganan yang tepat, keparahan risiko DBD dapat ditekan.

Melalui kampanye ini, Puskesmas Siap Tarogong berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Partisipasi aktif seluruh warga menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran DBD.

“Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat demi keluarga dan lingkungan yang lebih aman dari DBD.”

Jumat, 20 Februari 2026

Ngariung HATÉ “Jumat Bersih”, UPT Puskesmas Tarogong Wujudkan Lingkungan Sehat dan Nyaman

 


Garut, 20 Februari 2026 – UPT Puskesmas Tarogong melaksanakan kegiatan Ngariung HATÉ “Jumat Bersih” di lingkungan Puskesmas pada Jumat (20/02/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi pimpinan di level Dinas Kesehatan agar seluruh Puskesmas secara rutin melaksanakan kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan sebagai bagian dari budaya kerja dan peningkatan mutu pelayanan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap arahan tersebut, seluruh tenaga kesehatan dan staf UPT Puskesmas Tarogong turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong. Kegiatan meliputi pembersihan halaman dan taman, perapihan ruang pelayanan, pembersihan ruang tindakan dan poli, hingga memastikan kebersihan area penunjang seperti dapur serta kendaraan operasional.

Instruksi dari Dinas Kesehatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan kerja di setiap fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Lingkungan yang bersih dan tertata diyakini dapat meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus mendukung penerapan standar mutu dan keselamatan pelayanan.

Selain menjaga kebersihan, kegiatan Ngariung HATÉ “Jumat Bersih” juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan membangun semangat kolaborasi antarpegawai. Dengan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

UPT Puskesmas Tarogong berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi arahan Dinas Kesehatan serta upaya nyata dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.

Rabu, 18 Februari 2026

Jam Pelayanan UPT Puskesmas Tarogong Selama Ramadhan 1447 H

 


Tarogong – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah (2026 M), UPT Puskesmas Tarogong secara resmi mengumumkan penyesuaian jam pelayanan kepada masyarakat. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal selama bulan puasa.

Berdasarkan pengumuman yang dirilis, jam pelayanan rawat jalan selama Ramadhan adalah sebagai berikut:

Senin sd Kamis dan Sabtu: pukul 06.30 – 12.00 WIB

Jumat: pukul 06.30 – 11.30 WIB

Meskipun terdapat penyesuaian waktu pelayanan reguler, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendapatkan layanan kegawatdaruratan. Layanan PONED, Rawat Inap, dan UGD tetap buka 24 jam untuk memastikan kebutuhan darurat medis tetap terlayani setiap saat.

Penyesuaian jam operasional ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi petugas kesehatan dalam menjalankan ibadah puasa tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Puskesmas juga mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal agar mendapatkan pelayanan secara maksimal sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat wilayah Tarogong dan sekitarnya dapat menyesuaikan waktu kunjungan pelayanan kesehatan selama bulan Ramadhan.

Semoga bulan suci Ramadhan membawa keberkahan dan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Senin, 16 Februari 2026

Pelayanan Kesehatan Tetap Buka di Masa Cuti Bersama Imlek, UPT Puskesmas Tarogong Siaga Layani Masyarakat

 


Garut, 16 Februari 2026 – Dalam rangka memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan selama cuti bersama Hari Raya Imlek, UPT Puskesmas Tarogong tetap membuka layanan bagi masyarakat pada Senin (16/02/2026). Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan berkesinambungan kepada masyarakat.

Sejak pagi hari, sejumlah pasien terlihat memadati ruang pendaftaran dan ruang tunggu. Petugas tetap siaga di loket pelayanan, ruang pemeriksaan, ruang tindakan, hingga instalasi farmasi. Masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan seperti biasa, mulai dari pemeriksaan umum, konsultasi kesehatan, hingga pengambilan obat.

Kepala UPT Puskesmas Tarogong menyampaikan bahwa pelayanan di hari cuti bersama ini bertujuan untuk mengantisipasi kebutuhan kesehatan masyarakat yang tidak dapat ditunda, terutama bagi pasien dengan keluhan mendesak maupun kontrol rutin penyakit kronis.

Selain pelayanan medis, petugas administrasi dan farmasi juga tetap bertugas memastikan proses pelayanan berjalan tertib dan lancar. Kehadiran tenaga kesehatan dan staf pendukung menjadi wujud nyata komitmen dalam mendukung akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh warga.

Dengan tetap dibukanya layanan saat cuti bersama, diharapkan masyarakat tidak mengalami hambatan dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. UPT Puskesmas Tarogong menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, responsif, dan fokus pada keselamatan pasien, disertai semangat melayani masyarakat Kabupaten Garut.

Minggu, 01 Februari 2026

dr. Hj. Nia Soniawaty Resmi Pimpin UPT Puskesmas Tarogong

 


Garut – UPT Puskesmas Tarogong menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat atas amanah baru kepada dr. Hj Nia Soniawaty sebagai Kepala Puskesmas Tarogong yang baru. Kehadiran beliau diharapkan dapat melanjutkan serta memperkuat komitmen pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, keluarga besar UPT Puskesmas Tarogong juga menyampaikan penghargaan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada dr. Hj. Nurhayati yang telah mengabdikan diri dan memimpin Puskesmas Tarogong periode 2021–2026. Selama masa kepemimpinannya, berbagai capaian dan penguatan tata kelola pelayanan kesehatan berhasil diwujudkan, termasuk peningkatan mutu layanan, penguatan program kesehatan masyarakat, serta pembinaan sumber daya manusia.

Dedikasi, kerja keras, dan komitmen dr. Hj. Nurhayati menjadi fondasi penting dalam perkembangan Puskesmas Tarogong hingga saat ini. Atas segala pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan, seluruh jajaran menyampaikan terima kasih dan doa terbaik untuk keberhasilan beliau ke depan.

Dengan semangat keinginan dan kolaborasi, kepemimpinan dr. Hj Nia Soniaawaty diharapkan mampu membawa Puskesmas Tarogong semakin maju, adaptif, dan inovatif dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan. Seluruh keluarga besar Puskesmas Tarogong siap mendukung kepemimpinan baru demi terwujudnya pelayanan yang prima, berorientasi pada keselamatan pasien, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Kamis, 15 Januari 2026

Pelatihan Penggunaan Alat NPOC TB Pluslife bagi Petugas Laboratorium UPT Puskesmas Tarogong

 


Dalam upaya memperkuat deteksi dini penyakit tuberkulosis (TB), UPT Puskesmas Tarogong mengikuti pelatihan penggunaan alat diagnostik modern NPOC TB Pluslife yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Kegiatan ini dikhususkan untuk petugas laboratorium sebagai garda terdepan dalam pemeriksaan dan penemuan kasus TB di tingkat layanan primer

Alat NPOC TB Pluslife (Near Point-of-Care Testing Tuberculosis) merupakan perangkat diagnostik berbasis teknologi Nucleic Acid Amplification Test (NAAT). Teknologi ini memungkinkan deteksi bakteri Mycobacterium tuberkulosis secara cepat, sensitif, dan spesifik melalui pemeriksaan molekuler, sehingga diagnosis TB dapat ditegakkan lebih dini dibandingkan metode konvensional.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan petugas laboratorium dalam mengoperasikan alat NPOC TB Pluslife secara tepat dan aman. Dengan penggunaan teknologi ini, diharapkan proses penemuan kasus TB dapat dipercepat, mengingat Indonesia masih termasuk negara dengan beban TB tertinggi di dunia

Diagnosis dini yang akurat sangat penting agar pasien dapat segera mendapatkan pengobatan yang sesuai, sekaligus memutus rantai penularan di masyarakat. Kehadiran alat ini di tingkat puskesmas menjadi langkah strategis dalam mendekati layanan diagnostik berkualitas kepada pasien (point-of-care).

Gambaran Cara Penggunaan Alat

Dalam pelatihan, peserta dibekali pemahaman mengenai alur pemeriksaan menggunakan NPOC TB Pluslife, antara lain:

1. Pengambilan Sampel

Spesimen berupa dahak (sputum) diambil sesuai prosedur standar untuk menjamin kualitas pemeriksaan

2. Persiapan Sampel

Sampel diolah menggunakan reagen khusus untuk ekstraksi materi genetik bakteri TB

3. Proses Pemeriksaan

Sampel yang telah diproses dimasukkan ke dalam kartrid alat, kemudian alat secara otomatis melakukan amplifikasi asam nukleat

4. Deteksi dan Interpretasi

Dalam waktu yang relatif singkat, hasil akan muncul pada layar alat, menunjukkan tidak adanya bakteri TB, bahkan dapat mendeteksi kemungkinan resistensi obat rifampisin bila fitur tersedia


Harapan ke Depan

Melalui pelatihan yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Garut ini, diharapkan petugas laboratorium UPT Puskesmas Tarogong semakin kompeten dalam memberikan layanan pemeriksaan TB berbasis molekuler. Implementasi NPOC TB Pluslife di puskesmas diharapkan mampu meningkatkan penemuan kasus, mempercepat penanganan pasien, serta mendukung program eliminasi TBC nasional

Senin, 12 Januari 2026