Kamis, 26 Februari 2026

Verifikasi RPD BOK Salur 1 Digelar di Aula Dinas Kesehatan, UPT Puskesmas Tarogong Ikuti Kegiatan

 


Garut – Kegiatan Verifikasi Rencana Penarikan Dana (RPD) Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Salur 1 dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan seluruh Puskesmas se-Kabupaten Garut, termasuk tiga orang perwakilan dari UPT Puskesmas Tarogong.

Verifikasi RPD BOK Salur 1 merupakan tahapan penting dalam proses pencairan dana Bantuan Operasional Kesehatan yang bersumber dari pemerintah pusat. Melalui kegiatan ini, setiap puskesmas memaparkan serta mengonfirmasi dokumen perencanaan penggunaan dana yang telah disusun agar sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Tiga perwakilan dari UPT Puskesmas Tarogong mengikuti proses verifikasi dengan membawa dokumen RPD yang telah dirancang berdasarkan kebutuhan program dan pelayanan kegiatan kesehatan di wilayah kerja. Selain UPT Puskesmas Tarogong, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari berbagai puskesmas lainnya di Kabupaten Garut.

Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan dilaksanakannya Verifikasi RPD BOK Salur 1 ini antara lain:

  1. menyetujui kesesuaian dan kesesuaian dokumen RPD dengan juknis BOK yang berlaku.
  2. Menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam perencanaan penggunaan dana.
  3. Menghindari kesalahan administrasi yang dapat menghambat proses pencairan dana.
  4. Menyelaraskan rencana kegiatan puskesmas dengan prioritas program kesehatan daerah dan nasional.

Manfaat Kegiatan

Kegiatan verifikasi ini memberikan sejumlah manfaat, antara lain:

  1. Mempercepat proses pencairan dana BOK Salur 1.
  2. Meningkatkan kualitas perencanaan program kesehatan di puskesmas.
  3. Meminimalisir potensi temuan administrasi di kemudian hari.
  4. Membantu kelancaran terlaksananya kegiatan promotif dan preventif di masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh puskesmas di Kabupaten Garut dapat mengoptimalkan pemanfaatan dana BOK secara efektif, efisien, dan tepat sasaran, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Alat PONED di UPT Puskesmas Tarogong

 


Garut, 26 Februari 2026 – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) alat-alat Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di UPT Puskesmas Tarogong pada Kamis (26/02/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta peralatan medis penunjang pelayanan kegawatdaruratan ibu dan bayi agar tetap berfungsi optimal dan sesuai standar pelayanan kesehatan yang berlaku. Pemantauan dilakukan secara langsung di ruang PONED dengan melakukan pengecekan kondisi fisik alat, kelengkapan peralatan, fungsi operasional, serta sistem pendukung lainnya.

Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut juga melakukan diskusi dan evaluasi bersama jajaran manajemen serta tenaga kesehatan UPT Puskesmas Tarogong guna mengidentifikasi potensi kendala teknis maupun administratif. Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya pelatihan dan pengawasan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar, khususnya dalam penanganan kasus obstetri dan darurat neonatal.

Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menyampaikan bahwa pemantauan rutin sangat penting untuk menjamin keselamatan pasien dan meningkatkan tanggung jawab pelayanan. Kesediaan alat dan kompetensi tim menjadi faktor kunci dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pelayanan PONED di UPT Puskesmas Tarogong semakin optimal, profesional, dan mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, serta aman bagi masyarakat. Pemantauan dan evaluasi secara berkala akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut.

Rabu, 25 Februari 2026

Waspada DBD! UPT Puskesmas Tarogong Ajak Masyarakat Terapkan 3M Plus dan PSN

 


Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), UPT Puskesmas Tarogong melalui program Puskesmas Tarogong mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan 3M Plus dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus demam berdarah dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Kenali Gejala DBD Sejak Dini

Masyarakat diimbau untuk mengenali gejala DBD, di antaranya:

Demam tinggi mendadak selama 2–7 hari

Nyeri kepala dan nyeri otot

Mual atau muntah

Muncul bintik merah pada kulit

Badan terasa lemas

Apabila mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta segera melapor dan melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Cegah DBD dengan 3M Plus

Sebagai langkah pencegahan, Puskesmas Siap Tarogong mengajak masyarakat menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu:

Menguras tempat penampungan udara secara rutin

Menutup rapat tempat penyimpanan udara

Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung udara

Sementara itu, langkah “Plus” dalam PSN meliputi:

Menggunakan larvasida pada tempat penampungan udara

Memelihara ikan pemakan jentik

Tidak menggantung pakaian terlalu lama

Menggunakan lotion anti nyamuk

Membersihkan lingkungan secara rutin

Pentingnya Pemeriksaan Lebih Awal

Puskesmas Tarogong menegaskan bahwa pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi. Dengan deteksi cepat dan penanganan yang tepat, keparahan risiko DBD dapat ditekan.

Melalui kampanye ini, Puskesmas Siap Tarogong berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Partisipasi aktif seluruh warga menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran DBD.

“Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat demi keluarga dan lingkungan yang lebih aman dari DBD.”

Jumat, 20 Februari 2026

Ngariung HATÉ “Jumat Bersih”, UPT Puskesmas Tarogong Wujudkan Lingkungan Sehat dan Nyaman

 


Garut, 20 Februari 2026 – UPT Puskesmas Tarogong melaksanakan kegiatan Ngariung HATÉ “Jumat Bersih” di lingkungan Puskesmas pada Jumat (20/02/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi pimpinan di level Dinas Kesehatan agar seluruh Puskesmas secara rutin melaksanakan kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan sebagai bagian dari budaya kerja dan peningkatan mutu pelayanan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap arahan tersebut, seluruh tenaga kesehatan dan staf UPT Puskesmas Tarogong turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong. Kegiatan meliputi pembersihan halaman dan taman, perapihan ruang pelayanan, pembersihan ruang tindakan dan poli, hingga memastikan kebersihan area penunjang seperti dapur serta kendaraan operasional.

Instruksi dari Dinas Kesehatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan kerja di setiap fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Lingkungan yang bersih dan tertata diyakini dapat meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus mendukung penerapan standar mutu dan keselamatan pelayanan.

Selain menjaga kebersihan, kegiatan Ngariung HATÉ “Jumat Bersih” juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan membangun semangat kolaborasi antarpegawai. Dengan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

UPT Puskesmas Tarogong berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi arahan Dinas Kesehatan serta upaya nyata dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.

Rabu, 18 Februari 2026

Jam Pelayanan UPT Puskesmas Tarogong Selama Ramadhan 1447 H

 


Tarogong – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah (2026 M), UPT Puskesmas Tarogong secara resmi mengumumkan penyesuaian jam pelayanan kepada masyarakat. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal selama bulan puasa.

Berdasarkan pengumuman yang dirilis, jam pelayanan rawat jalan selama Ramadhan adalah sebagai berikut:

Senin sd Kamis dan Sabtu: pukul 06.30 – 12.00 WIB

Jumat: pukul 06.30 – 11.30 WIB

Meskipun terdapat penyesuaian waktu pelayanan reguler, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendapatkan layanan kegawatdaruratan. Layanan PONED, Rawat Inap, dan UGD tetap buka 24 jam untuk memastikan kebutuhan darurat medis tetap terlayani setiap saat.

Penyesuaian jam operasional ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi petugas kesehatan dalam menjalankan ibadah puasa tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Puskesmas juga mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal agar mendapatkan pelayanan secara maksimal sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat wilayah Tarogong dan sekitarnya dapat menyesuaikan waktu kunjungan pelayanan kesehatan selama bulan Ramadhan.

Semoga bulan suci Ramadhan membawa keberkahan dan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Senin, 16 Februari 2026

Pelayanan Kesehatan Tetap Buka di Masa Cuti Bersama Imlek, UPT Puskesmas Tarogong Siaga Layani Masyarakat

 


Garut, 16 Februari 2026 – Dalam rangka memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan selama cuti bersama Hari Raya Imlek, UPT Puskesmas Tarogong tetap membuka layanan bagi masyarakat pada Senin (16/02/2026). Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan berkesinambungan kepada masyarakat.

Sejak pagi hari, sejumlah pasien terlihat memadati ruang pendaftaran dan ruang tunggu. Petugas tetap siaga di loket pelayanan, ruang pemeriksaan, ruang tindakan, hingga instalasi farmasi. Masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan seperti biasa, mulai dari pemeriksaan umum, konsultasi kesehatan, hingga pengambilan obat.

Kepala UPT Puskesmas Tarogong menyampaikan bahwa pelayanan di hari cuti bersama ini bertujuan untuk mengantisipasi kebutuhan kesehatan masyarakat yang tidak dapat ditunda, terutama bagi pasien dengan keluhan mendesak maupun kontrol rutin penyakit kronis.

Selain pelayanan medis, petugas administrasi dan farmasi juga tetap bertugas memastikan proses pelayanan berjalan tertib dan lancar. Kehadiran tenaga kesehatan dan staf pendukung menjadi wujud nyata komitmen dalam mendukung akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh warga.

Dengan tetap dibukanya layanan saat cuti bersama, diharapkan masyarakat tidak mengalami hambatan dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. UPT Puskesmas Tarogong menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, responsif, dan fokus pada keselamatan pasien, disertai semangat melayani masyarakat Kabupaten Garut.

Minggu, 01 Februari 2026

dr. Hj. Nia Soniawaty Resmi Pimpin UPT Puskesmas Tarogong

 


Garut – UPT Puskesmas Tarogong menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat atas amanah baru kepada dr. Hj Nia Soniawaty sebagai Kepala Puskesmas Tarogong yang baru. Kehadiran beliau diharapkan dapat melanjutkan serta memperkuat komitmen pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, keluarga besar UPT Puskesmas Tarogong juga menyampaikan penghargaan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada dr. Hj. Nurhayati yang telah mengabdikan diri dan memimpin Puskesmas Tarogong periode 2021–2026. Selama masa kepemimpinannya, berbagai capaian dan penguatan tata kelola pelayanan kesehatan berhasil diwujudkan, termasuk peningkatan mutu layanan, penguatan program kesehatan masyarakat, serta pembinaan sumber daya manusia.

Dedikasi, kerja keras, dan komitmen dr. Hj. Nurhayati menjadi fondasi penting dalam perkembangan Puskesmas Tarogong hingga saat ini. Atas segala pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan, seluruh jajaran menyampaikan terima kasih dan doa terbaik untuk keberhasilan beliau ke depan.

Dengan semangat keinginan dan kolaborasi, kepemimpinan dr. Hj Nia Soniaawaty diharapkan mampu membawa Puskesmas Tarogong semakin maju, adaptif, dan inovatif dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan. Seluruh keluarga besar Puskesmas Tarogong siap mendukung kepemimpinan baru demi terwujudnya pelayanan yang prima, berorientasi pada keselamatan pasien, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.